2 Ruangan Berlantai Tanah Dan Berdinding Papan Di SDN 666 Pangiu Bastem Utara

oleh

KATASATU.COM | LUWU. Sangat memprihatinkan kondisi dunia pendidikan yang kurang diperhatikan oleh Dinas Pendidikan di pemerintah Luwu.

Pasalnya, sejak berdirinya SDN 666 Pangiu yang terletak di desa Karatuan, kecamatan Bastem Utara, kondisi sarana prasarana bangunannya tidak mengalami peningkatan pembangunan yang signifikan dan dari 4 ruangan yang ada, 2 diantaranya masih berlantai tanah dan berdinding papan.

Menurut kepala sekolah SDN 666 Pangiu, Elisabeth bahwa sejak ditugaskan di sekolah tersebut dari tahun 2016 kondisi bangunan sebelumnya semua sangat memprihatinkan, sehingga programnya untuk meningkatkan sarana prasarana sekolah maka diusulkan untuk mendapatkan bantuan bangunan.

“Ia, sekolah kami hanya memiliki jumlah 4 ruangan saja tapi 2 ruangan diantaranya dalam kondisi tak layak pakai karena masih berlantai tanah serta berdindingkan papan, dan malah ada atap yang sudah bocor”, ungkap Elisabeth melalui sambungan selluler, Minggu (26/8/2018).

Kedua ruangan tersebut yang kondisi tak layak pakai dibangun dari swadaya masyarakat sejak tahun 1996, dan 2 ruangan lagi adalah bantuan Ruangan Kelas Baru (RKB) sejak saya ditugaskan di sana dari tahun 2016, tambah Elisabeth.

Dari penjelasan kepala sekolah SDN 666 Pangiu jika bantuan 2 RKB sejak bertugas di sana didapatkan berkat usulan ke dinas pendidikan namun hanya diberikan 1 RKB di tahun 2016 dan 1 RKB di tahun 2017, dan di tahun 2018 ini masih sangat berharap dibantu akan 2 RKB tapi harapannya itu tidak terwujud.

Dari kondisi sarana prasarana bangunan yang terbatas di SDN 666 Pangiu, terpaksa siswa harus belajar dengan sistem jam belajar digabungkan dalam 1 ruangan yang baru yakni kelas 3 dan 4 digabung menggunakan 1 ruangan kemudian kelas 5 dan 6 menggunakan 1 ruangan.

Sedangkan untuk kelas 1 dan kelas 2 terpaksa harus menggunakan 2 ruangan yang berlantai tanah tersebut.

Elisabeth selaku kepala sekolah di SDN 666 Pangiu mengharapkan perhatian dari pemerintah melalui dinas pendidikan akan kondisi bangunan ruangan kelas yang tidak layak pakai tersebut.

“Kami mohon perhatian pemerintah untuk peningkatan sarana prasarana sekolah bagi kami yang ada dipelosok, apalagi di wilayah tempat tugas saya ini masyarakat sangat mengharapkan agar pendidikan juga bisa diberikan perhatian sama seperti di perkotaan”, harap Elisabeth.

Untuk diketahui jika jumlah siswa di SDN 666 Pangiu ada 53 siswa karena banyak yang pindah ke sekolah yang lebih baik sarana prasarananya walaupun jaraknya jauh dan sebelumnya, kelas 1 dan 2 sempat menggunakan kolong rumah masyarakat untuk belajar namun siswanya meminta agar tetap menggunakan kembali ruangan yang kondisi tak layak pakai tersebut.

Penulis : Wdn / Editor : Rdk