Bawaslu Sulsel Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Di Toraja Utara

oleh

KATASATU.COM | TORAJA UTARA. Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Partai Politik, OMS dan Media Massa Pada Pemilihan Umum Tahun 2019, yang bertempat di Hotel Heritage, Sabtu (29/9/2018).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Rede Roni Bare selaku Sekda Toraja Utara, Kaban Kesbangpol, kadis Kominfo Toraja Utara, unsur Bawaslu Toraja Utara, unsur Disdukcapil Toraja Utara, Rohaniawan, perwakilan Satpol PP, utusan partai politik, Ormas, dan Media Massa.

H.L Arumahi selaku ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan membuka secara resmi kegiatan sosialisasi partisipatif ini dan dalam sambutannya menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini maka akan dilanjutkan oleh Bawaslu kabupaten dengan menghadirkan para tokoh masyarakat.

Ada 3 kelompok bisa melapor dugaan pelanggaran pemilu berdasarkan undang-undang yakni dari unsur parpol, Lembaga Pemantau dari unsur LSM yang nantinya akan di verifikasi, dan warga negara republik Indonesia yang sudah terdaftar sebagai pemilih.

Rede Roni dalam arahannya selaku sekda Toraja Utara yang mewakili pemerintah, menyampaikan bahwa
Pemilu tahun depan tidak akan menghasilkan kwalitas baik tanpa peran aktif kita semua.

Lanjutnya jika pemerintah Toraja Utara akan berupaya maksimal untuk memberikan peran serta secara aktif dalam membantu pengawasan, memfasilitasi kesiapan tempat sekretariat untuk pengawasan, melaksanakan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah, menyiapkan atau memfasilitasi sarana transportasi dalam memudahkan pengawasan di daerah yang bermedan berat.

Dikesempatan yang sama, Mardiana Rusli sebagai narasumber yang dihadirkan oleh Bawaslu sulsel, dalam materinya menjelaskan bahwa partisipatif aktif adalah mengikuti secara aktif pelaksanaan proses pemilu sampai tahap akhir perekapan suara pemilih.

Dan sebagai partai politik dalam partisipatifnya adalah memperhatikan dan mendaftarkan calegnya secara baik, dan turut mengawasi tahapan pemutahiran pemilih sampai proses penghitungan serta perekapan hasil suara, tambah Mardiana.

Dalam materinya juga, Saiful Jihad selaku komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan memaparkan jika Toraja masih menjadi salah satu indeks kerawanan pemilu di Indonesia terkait aspek money politik dan secara keseluruhan akumulasi, provinsi Sulsel masih ada dalam peringkat 9 tingkat kerawanan pemilu.

Olehnya itu menurut Saiful Jihad selaku komisioner Bawaslu provinsi Sulsel, menyampaikan agar untuk pemilu 2019 marilah kita bersama merubah tingkat kerawanan ini menjadi tidak rawan dengan artian dari zona merah kita jadikan zona hijau seperti Pilgub kemarin.

Penulis : Wdn / Editor : Rdk