DPRD Tana Toraja Diberikan Tenggat Waktu 2 Kali 24 Jam Untuk Menolak Wacana Wisata Halal Secara Tertulis

oleh -766 views

TANA TORAJA, KATASATU.com Lagi – lagi wacana wisata halal mendapat reaksi penolakan keras dari masyarakat Toraja yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Toraja Bersatu, dimana penolakan ini digelar dengan penyampaian aspirasi ke DPRD Tana Toraja, Senin (11/3/2019).

Dalam orasinya di gedung DPRD Tana  Toraja,  pemerhati budaya Sismay Aliata Tulungallo mengatakan bahwa Toraja dikenal karena budayanya dan adatnya, bukan karena kepintaran maupun pejabatnya.

Pemerhati budaya inipun juga mengkritisi para anggota DPRD Tana Toraja agar jangan hanya memikirkan dan memperhatikan permasalahan infrastruktur tapi harus juga jeli serta peka terhadap permasalahan sosial budaya masyarakat.

Dikesempatan yang sama, Fradyan Bandaso Londong Allo selaku koordinator aksi, juga menyampaikan dengan penuh penekanan bahwa gerakan ini bukanlah konteks permasalahan agama jadi kami harap jangan di politisir lain.

“Kami datang hari ini dari beragam agama olehnya itu aksi ini murni gerakan penolakan konteks wisata halal karena tidak sesuai konteks adat dan budaya Toraja”, tegas Fradyan

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, Aliansi Pemuda Toraja Bersatu diterima oleh 5 anggota DPRD Tana Toraja yakni Josephine M. Palamba, Nico Mangera, Kristian AP Lambe’, Heriana Somalinggi, Soni Palullungan, dan Luther Patasik.

Pada pernyataan 5 anggota DPRD yang menerima aspirasi tersebut menyatakan jika sepakat untuk menolak wacana wisata halal karena tidak sesuai adat dan budaya Toraja.

Penyampaian aspirasi secara tertulis tersebut juga telah diterima oleh ke 5 anggota DPRD yang akan dibawa dalam rapat bersama anggota DPRD Tana Toraja yang lain agar bersama-sama menolak wacana wisata halal karena sangat tidak sesuai konteks adat budaya dan mendesak kadis pariwisata Tana Toraja untuk mencabut pernyataannya di media yang menyetujui sertifikat wisata halal.

Dalam menutup orasinya, Fradyan selaku koordinator aksi menyampaikan jika aspirasi tersebut di tunggu jawaban resmi Pemda dan DPRD Tana Toraja untuk menolak wacana wisata halal dengan tenggat waktu 2 x 24 jam, dimana aspirasi tertulis itu di sertakan dengan tanda tangan bersama yang bermaterai.

Penulis : Wdn
Editor : Rdk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.