Elpiji 3 Kg Sudah Mulai Langka di Luwu Utara, Ini Penjelasan DP2KUKM

oleh -25 views

KATASATU.COM | LUWU UTARA – Meskipun kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) bukan hal yang pertama kali terjadi. Beberapa hari terakhir ini masyarakat di daerah Luwu Utara mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi tersebut.

Situasi pelik ini tentunya menyulitkan masyarakat. Tak cuma menghambat aktivitas masyarakat, kelangkaan ini juga membuat harga refill (isi ulang gas) menjadi relatif lebih mahal dari harga biasanya.

Seperti yang di ungkapkan Surianti warga desa lantang tallang kecamatan Masamba Luwu Utara mengatakan bahwa di daerah nya gas elpiji 3 kg sangat sulit didapatkan, meskipun ada menurutnya harganya relatif mahal.

“Disini kita sudah susah dapatkan gas elpiji, tidak seperti biasanya banyak kita dapat di warung-warung maupun toko, kalaupun ada harganya bervariasi, dari Rp.23.000,- sampai Rp.25.000,- bahkan Rp.30.000,-, kok bisa harganya berbeda, sudah langka, mahal lagi”, keluh Surianti.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (P2KUKM) Luwu Utara melalui Kasi Pengawasan Barang, Hasnawati, ST mengatakan bahwa gas elpiji tersebut sebenarnya tidak langka.

“Sebenarnya gas elpiji 3 kg tersebut tidak langka, penyebabnya yaitu para pengecer gas elpiji membeli langsung gas elpiji di pangkalan, dan pangkalan melayani pengecer tersebut, tapi saya sudah ingatkan bahwa jangan lagi melayani pengecer karena pengecer menjual mahal gas elpiji tersebut kepada konsumen”, papar Hasnawati.

Ia juga katakan bahwa pengadaan gas elpiji 3 kg dari Agen ke pangkalan hingga saat ini masih lancar, tetapi dia akui bahwa mengenai kuota pengadaan stock memang dikurangi.

“Mengenai stock gas yang dikurangi oleh agen ke pangkalan, itu mungkin karena ada regulasi baru dari pemerintah yang mana hal tersebut pak kepala dinas mengikuti rapat di Jakarta membahas masalah kuota tersebut”, pungkas Kasi Pengawasan Barang Dinas P2KUKM Luwu Utara ini.

Selain itu, Hasnawati tambahkan bahwa ia juga mengingatkan pangkalan untuk tidak melayani pembelian gas yang begitu banyak kepada warung-warung makan, hotel maupun restoran.

“Kalau ada hotel, penginapan, restoran, warung makan membeli gas elpiji jumlahnya lebih dari 2 tabung di pangkalan, maka itu sudah pelanggaran, karena hal tersebut sudah tidak sesuai dengan peruntukannya”, tambahnya.

Menurutnya, stock gas elpiji bisa saja diberikan hanya sebatas kebijakan dengan memberikan stock maksimal 2 tabung, kalau ada pangkalan yang menjual tidak sesuai dengan yang kami instruksikan, maka pangkalan tersebut kami stop izin nya, tutup Hasnawati.

Sebelumnya, di Kabupaten Luwu Utara, terdapat 3 (tiga) agen distribusi LPG yaitu, PT. Hartono Media Jasa di Palopo dengan 169 pangkalan, PT. Keren Tri Gas di Palopo dengan 223 pangkalan serta PT. Thita Inti Gas di Bone-bone dengan 48 pangkalan.

Terkait masalah harga eceran tertinggi (HET) tabung gas elpiji 3 kg sebesar Rp.17.200,- dimana harga jual dari agen ke pangkalan sebesar Rp.15.500,-. Hal tersebut berdasarkan Perbup Luwu Utara Nomor 13 Tahun 2015 tentang harga eceran tertinggi (HET) tabung elpiji 3 kg di wilayah Luwu Utara.(*)