Katasatu.com

Sumber Inspirasi Rakyat

Empat Hari Masuk DPO Polres Palopo Kasus Trafiking, Terduga Pelaku Menyerahkan Diri

2 min read

KATASATU.COM | PALOPO – Satu dari tiga terduga pelaku trafiking yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kepolisian Resort (Polres) Palopo akhirnya memilih untuk menyerahkan diri lantaran tertekan dengan rasa takut dan bersalah

Kasus dugaan ekploitasi anak di bawah umur atau yang kerap disebut trafiking, berapa hari lalu sempat membuat heboh Kota Palopo,  dimana dua pelakunya, adalah wanita, yakni RS (20) dan SN (16) juga AR (18) warga Jl. carede Kota Palopo, yang merupakan pacar korban FB (15) asal Kelurahan Mawa, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, yang diduga telah menyetubuhi korban.

AR (18) sendiri, saat menyerahkan diri ke Mapolres Palopo, ditemani beberapa orang keluarganya, Minggu malam, 7 Januari 2018, sekitar pukul, 19 : 15 Wita.Begitu tiba dikantor Polres Palopo, pelaku dijemput langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Ardi Yusuf.

Kepada wartawan, Ardi Yusuf, mengungkapkan, pelaku selama ini bersembunyi di salah satu rumah keluarganya yang berada dalam wilayah Kota Palopo.

” Mungkin karena terduga ini si AR (18) sudah merasa ketakutan karena sudah ditetapkan sebagai DPO, sehingga memilih untuk menyerahkan diri.” Ucap Ardi Yusuf, Selasa, 9/01/2018.

Untuk mendapatkan keterangan dari AR, saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap si tersangka. Sementara dua orang lainnya, yakni RS (20) dan SN (16) terduga pelaku yang menjual korban FB (16) kepada pria hidung belang lebih trlebih dulu dibekuk oleh petugas.

Pihak kepolisian menjelaskan jika AR (18) diduga telah melanggar UU Perlindungan Anak pasal 88 tentang eksploitasi seksual anak di bawah umur dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara.

” Ketiganya kita sudah tetapkan sebagai tersangka dan terjerat dengan pasal yang sama dengan RS dan SN,” tegas Kasat Reskrim Polres Palopo Ardi Yusuf

Penulis : Kj1 / Editor : Awi