H-14 Pilgub Sulsel, Panwascam Kesu’ Gelar Rakernis Pemahaman Surat Edaran KPU Nomor 574

TORAJA

KATASATU.COM | TORAJA UTARA – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) di H 14, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kesu’ menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis), di Aula kantor Kecamatan Kesu’. Rabu (13/6/2018)

Rakernis tersebut dihadiri Camat Kesu’, Ely Pamalingan, Kapolsek Sanggalangi, AKP. Linus Kondong, Ketua PPK Kesu’, Elson Tandilino, Komisioner Panwascam Kesu’, dan Ketua KPPS sekecamatan Kesu’ bersama Pengawas TPS sekecamatan Kesu’, dan PPL sekecamatan Kesu’.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Rakernis, Ely Pamalingan, menyampaikan, regulasi saat ini, berbeda dengan pemilu sebelumnya sehingga diharapkan bagi semua penyelenggara dan pengawas dilapangan benar-benar menguasai materi, aturan serta data seakurat mungkin.

“Kita harapkan juga dilapangan tidak ada benturan agar bisa berjalan dengan tertib dan aman, akan Pilgub tahun ini,” ujar Ely Pamalingan.

Ely Pamalingan, berharap adanya penekanan kepada setiap jajaran penyelenggara di kecamatan Kesu’ untuk mensosialisasikan, surat edaran KPU RI Nomor 574 agar semua masyarakat Kesu’, dapat memahami, bahwa meski tidak bawa e-KTP atau Suket itu tetap bisa memilih jika membawa C6-KWK sesuai nama yang terdaftar di DPT.

Dikesempatan yang sama,  Ketua PPK Kecamatan Kesu’, Elson Tandilino mengatakan, jika hal itu sedapat mungkin di koordinasikan dengan baik dilapangan, apabila ada yang dianggap sebagai permasalahan, serta diharapkan bagi setiap KPPS juga Pengawas TPS membangun koordinasi dengan baik dilapangan.

Saksi yang terlambat hadir di TPS jika proses pemungutan suara telah berlangsung, maka saksi tersebut tidak boleh mengkritisi apa yang sudah lewat dan yang tidak dilihat oleh saksi tersebut, namun saat hadir walaupun terlambat, tetap harus memperlihatkan surat rekomendasi atau mandat sebagai saksi dari masing-masing Paslon.

Lanjut ketua KPPS Kesu’ ini katakan bahwa anggota KPPS 4 harus benar-benar memeriksa jari para pemilih saat pemberian tanda tinta ketika akan keluar dari TPS dan jangan hanya ujung kuku atau ujung jari saja yang dicelup ke tinta yang sudah disediakan.

“Menyangkut C6-KWK nantinya jika di antarkan kepada para pemilih jangan sampai tidak diterima oleh bersangkutan dan jika dipastikan tidak ada orangnya, maka C6-KWK tersebut jangan di tinggalkan atau di titip di orang lain tapi dibawa kembali agar menghindari penyalah gunaan C6 tersebut,” kunci Elson Tandilino.

Pada acara Rakernis yang digelar itu, AKP. Linus Kondong selaku Kapolsek Sanggalangi juga menyampaikan jika tidak semua anggota Polri ada di tiap TPS karena hanya TPS yang dianggap rawan yang ada 1 orang anggota polri sehingga nantinya akan ada 2 sampai 3 TPS yang di cover oleh 1 anggota polri.

AKP. Linus Kondong juga menekankan bahwa bagi semua anggota KPPS dan Pengawas TPS saling berkoordinasilah dengan baik dilapangan, terutama pada pelaksanaan hari pemungutan suara dan jika ada yang dianggap suatu masalah yang rawan, segera hubungi kami dari pihak polri untuk memberikan pengamanan, tutupnya.

Penulis : Wdn / Editor : Rdk