JRM Resmi Ditahan Kejaksaan Negeri Tana Toraja

HUKRIM

KATASATU.COM | MAKALE | TANA TORAJA– Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Jhon Rende Mangontan (JRM) kepada Kadis PUPR Provinsi Papua Djuli Mambaya (DJM ) akhirnya berbuntut penahanan oleh Kejaksaan Negeri Tana Toraja, sejak selasa (24/4/2018), pukul 19.00 wita.

Terkait kasus tersebut, Ringgi Sarongallo selaku Kasi. Pidana Umum di Kejari Tana Toraja, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi dikantornya. Rabu (25/4/2018).

“Iya, betul saya yang membawa JRM ke rutan dan beliau kooperatif jadi tidak ada masalah, serta beliau (JRM) bilang, saya berbuat dan siap bertanggung jawab”, jelas Ringgi Sarongallo.

Lanjut Ringgi Sarungallo katakan bahwa ini bukan penangkapan ya, karena setelah P 21, polisi menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan lalu diteliti kemudian diperiksa lagi, lalu ditanya ke Pak JRM benar anda memukul dijawab, iya benar, jadi Pak JRM melanggar pasal 351 ayat 1 dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan .

Menurut kasie. Pidana Umum bahwa Kewenangan tidak ditahan di polisi itu kewenangan polisi, tapi kalau di kejaksaan itu haknya kejaksaan, mau menahan atau tidak itu tidak bisa di intervensi.

“Batas penahanan maksimal 20 hari dan Kami akan secepatnya ajukan ke Pengadilan, paling lambat dua minggu dari sekarang, tutup Jaksa Ringgi.

Terpisah, Kadis PUPR Provinsi Papua Djuli Mambaya (DJM) sebagai korban penganiayaan saat dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapp (WA) mengatakan bahwa biarlah proses hukum ini berjalan sesuai aturan yang berlaku di negeri ini.

“Kita percayakan kepada aparat penegak hukum dan biarlah aparat hukum yang menilai jika salah katakan salah dan jika benar katakan benar, ungkap DJM secara singkat. (Abe)