Kapolsek Walenrang Grebek Judi Sabung Ayam, Pelaku Rela Tinggalkan Sepeda Motornya

HUKRIM

KATASATU.COM | LUWU – Judi merupakan salah satu jenis Penyakit masyarakat,yang hingga saat ini masih saja terus mewarnai kehidupan masyarakat, kebiasan buruk Judi sabung ayam yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif dari beberapa unsur pemerintah terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para akedemis yang berada di lembaga pendidikan. Sabtu 25/11/2017

Pihak Kepolisian untuk kesekian kalinya melakukan penggerebekan dan penagkapan terhadap para pelaku permainan judi, mulai dari judi sabung ayam, judi kartu, judi togel, judi online dan beberapa jenis lainnya, namun tetap saja penyakit masyarakat ini ada di sekitar kita.

Sebuah fakta yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 18 November 2017 beberapa hari yang lalu di Desa Tanete Kecamatan Walenrang Timur Kabupaten Luwu, sekelompok orang tengah melakukan permainan judi sabung ayam. Mendapatkan informasi tersebut, langsung di respon oleh Kapolsek Walenrang AKP. Rafli.S.Sos.MH dan langsung melakukan penggerebekan bersama personilnya.

Sayangnya dari kejauhan kedatangan aparat kepolisian telah diketahui oleh para pelaku, sehingga mereka kabur,melarikan diri sebelum petugas mendekat ke arena judi sabung ayam tersebut, karena sudah dalam kondisi ketakutan, rela meninggalkan sepeda motornya.

Ditempat Kejadian Perkara (TKP) petugas kepolisian menemukan 8 Unit sepeda motor, dan 2 ekor ayam dalam keadaan mati dan 1 satu ekor masih hidup, barang temuan yang tidak diketahui pemiliknya, langsung dimanankan dan di bawa ke Mapolsek Walenrang.

Kapolsek Walenrang, Akp. Rafli, menghimbau kepada mayarakat yang berada di wilayah kerjanya untuk menghentikan kebiasaan bermain judi dalam bentuk apapun, dimana meurutnya (Akp. Rafli-red) judi adalah merupakan perbuatan dosa dan melanggar peratuan perundang-undangan yang dapat dikenakan sangsi hukuman yang cukup berat.

” Permainan judi dalam bentuk apapun, baik itu judi sabung ayam dan lainnya adalah perbuatan dosa, dan juga merupakan pelanggaran peraturan perundang-undangan, yang pelakunya bisa dikenakan sanksi pidana yang berat.” Kata Kapolsek Walenrang Akp. Rafli, Sabtu 18/11/2017 di ruang kerjanya sepekan yang lalu.

Editor : Awi