Lahannya di Serobot dan Ditanami Pohon Pisang, Zainuddin Lapor ke Polisi

oleh

KATASATU.COM | BERAU, LUTIM – Zainuddin resmi melaporkan dugaan penyerobotan tanah miliknya yang berada di Dusun Tappareng, Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan (Sulsel) di Polsek Burau. (Jumat 0501/2018)

Sebagai tanda bukti Laporan Kepolisian yang diterima zainuddin bernomor : TBL/02/I/2018/Sul-Sel/Res Lutim/Burau. Zainuddin melapor kepada pihak kepolisian setempat, lantaran adanya puluhan pohon pisang telah ditanam dalan lahan kebun miliknya yang tidak diketahui siapa pelakunya dan juga tanpa izin tersebut.

Dalam laporannya, Zainuddin menyertakan beberapa dokumen sebagai bukti akan kepemilikannya, kepihak Polsek Burau, antara lain, Surat Pernyataan pembagian warisan oleh para ahli waris (Disahkan Notaris) , SPPT-PBB Tahun 2016, Foto tanaman pisang dalam lahannya, yang di rekam pada tanggal 31/12/2017 sekitar pukul 11:40 wita.

Bukti tambahan lainnya, berupa dokumen, surat dari kepala desa setempat dengan perihal, Penghentian sementara aktifitas di lokasi lahan sengketa di Desa Lauwo, tertanggal 21 Desember 2017.

Sementara itu, dari keterangan, Zainuddin, dalam hal ini sebagai ahli waris mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah bersengketa dengan pihak manapun.

Guna mengetahui siapa pelaku dari penyerobotan lahan tersebut, Zainuddin didampingi oleh saudara kandungnya Baharuddin, juga M. Akbar (Anak Zainuddin) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Berau, untuk mendapatkan kepastian hukum akan tanah miliknya, serta siapa pelaku penanam pohon pisang tersebut.

” Dengan sejumlah dokumen akan kepemilikan ahli waris dan surat dari kepala desa, juga foto tanaman pohon pisang yang saya rekam langsung di lokasi lahan, sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian setempat untuk ditindak lanjuti.” Kata M. Akbar Mahasiswa Semester Akhir Fakultas Hukum Unanda Palopo.

M. Akbar, berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengambil tindakan tegas, karena menurutnya pelanggaran atas penyerobotan tanah diatur dalam Pasal 385 KUHP dan Pasal 424 KUHP, dan bagi oknum pejabat umum yang terindikasi melakukan penyelewengan kekuasaan, yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Lauwo, lantaran telah mengeluarkan surat yang menyatakan tanah tersebut telah bersengketa, namun pihak ahli waris mengatakan, hal itu tidak benar adanya.

” Kami berharap, agar pihak kepolisian setempat, dapat bertindak tegas, agar kita mengetahui siapa pelaku dari penanam pohon pisang itu, karena sangat jelas telah diatur dalam undang-undang akan hal penyerobotan tanah, kami harap keadilan yang murni. ” terang M. Akbar.

Ditambahkannya lagi, bahwa, diketahui sejak tahun 1984 tanah tersebut hanya digarap oleh Zainuddin dengan tanaman Coklat (Kakao) yang hingga kini tidak pernah bersengketa dengan siapapun.

” Sejak tahun 1984 lahan itu hanya di garap oleh ayah saya, Zainuddin, dan itu diakui oleh Baharuddin, saudara ayah saya, bahkan membenarkan jika lahan itu milik adiknnya, ayah saya dan tidak pernah ada yang mempersoalkan atau mengsengketakannya hingga saat ini, kenapa Pak Desa Lauwo keluarkan surat perintah penghentian penggarapan lahan, sementara kami tidak pernah bersengketa dengan siapapun, ini kan aneh ” Tutup M. Akbar.

Sekedar untuk diketahui, jika hingga saat ini, pihak Zainuddin belum mendapatkan kabar tindaklanjut dari Kepolisian Polsek Burau, terkait dengan laporannya.

Penulis : Awi