LSM LIRA Tapung Hulu Kampar Riau : Polisi Tidak Serius Soal Solar Industri

HUKRIM

KATASATU.COM | TAPUNG HULU, RIAU –  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kecamatan Tapung Hulu, duga Kapolsek Tapung Hulu tidak serius menindaklanjuti pasokan solar industri pada pengoperasian sejumlah alat berat proyek peremajaan (replanting) sawit PT. Arindo Tri Sejahtera 1, Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar.

Pimpinan Lira Tapung Hulu, Nainggolan Mr, ke pada awak media, Kamis (29/3/2018) menyebutkan, pihak nya telah menerima keterangan dari pihak pekerja replanting, Mandor PT. BSP, dari dua Kontraktor proyek yang mengoperasikan alat berat, hanya satu yang memiliki tangki timbun solar industri.

Ditambahkannya, pihak PT. BSP, di lokasi replanting juga menunjukkan bukti pasokan bbm solar industri berupa sehelai surat jalan guna pengoperasian alat berat milik PT. BSP.

Lebih jauh dikatakannya, ditemukan dugaan keganjilan

data surat jalan (DO) solar industri tersebut. Hal itu disebabkan nama dan tujuan peruntukan solar industri dari Pertamina tidak kepada PT. BSP melainkan atas nama dan alamat PT. ATS 1.

Pimpinan Lira juga memaparkan, informasi yang dihimpun dari sumber yang pihaknya yakini menyebutkan, data surat jalan pasokan solar industri tersebut diduga bodong dimana sumber tersebut mengatakan telah dilakukan kordinasi dengan pihak Pertamina bahwa data perusahaan pada surat jalan solar industri tersebut tidak terdaftar di pertamina (tidak diketahui keberadaannya).

Menurut Lira Tapunghulu, dirinya telah berkordinasi dengan Kapolsek Tapung Hulu, AKP Agus Pranata (8/3/2018) lalu.

Ditambahkannya, Kapolsek mengaku belum menerima laporan resmi tertulis dari jajarannya terkait pasokan minyak industri pada pengoperasian alat berat tersebut.

” Belum saya terima laporan resmi, masih laporan informasi lisan saja saya terima, nanti kita pelajari dulu apakah hal ini masuknya ke rskrim atau ke sabhara,” demikian kata Kapolsek.

Penulis : JNR / Editor : AWI