NEWS VIDEO : Debat Publik Pilkada Palopo 2018 di SCC, H.M Judas Amir Sebut Raja Sudah Tidak Ada

NEWS VIDEO

KATASATU.COM | PALOPO – Salah satu Calon Wali Kota Palopo, pasangan nomor urut 1, H.M Judas Amir menyebut jika raja saat ini sudah tidak ada lagi, berdasarkan dengan isi dari Undang-undang Negara Repubulki Indonesia (NRI) Nomor 22 tahun 1948.

Hal tersebut disampaikan Judas Amir, saat berlangsungnya debat kandidat putaran kedua yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo, di Gedung SCC, Selasa (8/5/2018) sore.

Munculnya pernyataan itu, saat debat sesi ketiga, dimana Baharuddin Solongi,M.Si selaku moderator mempersilahkan pasangan nomor urut 2 mengambil daftar pertanyaan yang sudah disiapkan oleh penyelenggara di dalam sebuah tomples.

“Jika ditakdirkan sebagai Walikota Palopo untu lima tahun kedepan, bagaimana bapak memandang, bersikap dan mendudukkan Datu Luwu dalam konteks Datu Luwu sebagai pemimpin informal.” Tanya Baharuddin Solongi, selaku moderator kepada Paslon nomor urut 2.

Dengan durasi waktu satu menit, Paslon No urut 2, Ahkmad Syarifuddin Daud yang akrab disapa Ome, dengan posisi berdiri menjawab pertanyaan tersebut.

“Jangan lupa bahwa di Tana Luwu, ada Payungri Luwu, payung menggambarkan, simbol mengayomi seluruh komponen masyarakatnya, termasuk masyarakat yang ada di Kota Palopo. Sehingga tugas kita kedepan, Insyah Allah ketika kami diberi kesempatan untuk memimpin, maka kami akan membangun sinergitas yang baik dengan kedatuan, bahkan kami akan selalu meminta masukan dan saran, bahkan kritikan, demi berjalannya organisasi pemerintahan yang lebih baik, karena beliau merupakan simbol perekat bagi seluruh masyarakat tanah Luwu, simbol yang tugasnya mengayomi. Karena sejarah mengajarkan kita kepada Kerajaan Luwu adalah kerajaan besar yang didalamnya ada Datu atau Raja yang kita harapakan senantiasa memberikan rasa nyaman, dan nasehat kepada masyarakat,” jelas Ome dihadapan moderator dan panelis yang ada.

Usai menjawab, Ome kembali duduk dan moderator mempersilahkan pasangan Paslon No urut 1, H.M. Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso (JUARA) untuk menanggapinya.

“Saya kesal mendengar pidatonya ananda tadi yang terakhir, bahwa masih ada raja di Kota Palopo. Saya mohon maaf, berdasarkan UU nomor 22 Tahun 1948 raja sudah tidak ada di republik ini. Tetapi, mengenai masalah Datu itu kita harus tempatkan pada tempatnya. Salah satu tugas kepala daerah, yang saya tidak hafal tapi boleh dilihat dan dibacanya disini, adalah menyediakan sumber pendanaan untuk kemajuan kebudayaan. Ini kita siap untuk itu, dalam soal kebudayaan ada sepuluh hal yang harus menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, menjamin kelestarian, kebebasan perekspresi,” Jawab H.M. Judas Amir.

Dari Pantuan di lokasi Debat Publik kedua  kandidat Cawalkot dan Wakil Walikota Palopo 2018, berjalan tertib dan aman, meski sesekali terdengar teriakan oleh masing-masing pendukung yang ada dalam gedung SCC.

Sekedar untuk diketahui, jalannya debat tersebut, dikawal dan dijga ketat oleh personil TNI-POLRI, yang dilengkapi dengan alat taktis oleh Polres Palopo serta pengaman luar dalam oleh Brimob.

Penulis : Awi