Pedagang Kaki Lima di Bone Dikeroyok 20 Orang Pemuda, Iwan Hammer Tanggapi Begini

oleh -78 views
Keluarga Korban Pengeroyokan saat membesuk di RS Yasin Watampone. Foto : Istimewa

BONE. KATASATU.com – Malang nasib, Asri (28) pedagang es bersama Rais (27), penjual bakso, Jl. Pisang Baru Kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone mengalami luka yang cukup serius hingga harus mendapatkan perawatan medis, akibat dikeroyok oleh sekelompok pemuda yang berjumlah kurang lebih 20 orang, sekira pukul 00.30 Wita, Minggu, 6/01/2019.

Peristiwa yang menimpa kedua korban pengeroyokan, Asri (28) dan Rais (27), bermula saat keduanya berboncengan hendak menuju kerumah Dg Gassing di Lingkungan Maloi Kelurahan Tibojong Kecamatan Tanete Riattang untuk minum ballok (miras tradisional).

Meninggalkan rumah Dg Gassing, untuk menuju ke rumah Bonto (paman Korban), kedua korban mampir ke Masjid Nurul Huda untuk membuang air kecil. Sebelum meninggalkan Masjid tersebut, korban sempat menegur dan membubarkan sekelompok pemuda yang berada dihalaman masjid.

Tak terima ditegur oleh kedua korban, sekelompok pemuda tersebut, mengejar Asri dan Rais, hingga kedepan PGSD Watampone, dan terjadilah perkelahian yang tak seimbang, alias dikeroyok.

Akibatnya, sang pedagang es dan penjual bakso tersebut mengalami luka pada bagian kepala dan memar di bagian wajah korban, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Yasin Watampone untuk mendapatkan perawatan medis.

Tak hanya Asri dan Rais, yang mengalami luka hingga harus dilarikan ke RS Yasin Watampone untuk perawatan medis, namun motor yang dikendarainya pun mengalami rusak parah, dan Pihak Aparat Kepolisian pun telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Iwan Hammer, ketua Assosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia untuk Kabupaten Bone, angkat bicara, dirinya sangat menyesalkan peristiwa yang dialami oleh, Asri dan Rais.

“ Tentunya, kami  mengharapkan  pihak  kepolisian  Memburu semua  oknum  oknum  yang  terlibat  terhadap  pemukulan  ini ,’’ kata Iwan Hammer

‘’ Karena  kalau  ini sampai dibiarkan  maka  rasa  nyaman  dan aman  warga  terusik , kita ini  sudah  rasakan  bagaimana  Amannya  Bone  sebelum  dan sesudah  pilkada  kemarin.’’ Pungkasnya (*)