Pendistribusian Rastra di Luwu Disorot PP HAM BASTEM

oleh

KATASATU.COM | PALOPO – Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Basse Sangtempe (PP HAM BASTEM) kembali menyorot teknik pendistribusian Beras Sejahtera (Rasta) untuk Kecematan Basse Sangtempe (BASTEM) dan Kecematan Basse Sangtempe Utara (Bastura) yang di duga masih membebankan biaya transportasi kepada masyarakat, Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selasa (5/6/2018)

Sorotan itu di ungkapkan oleh ketua Umum PP HAM BASTEM, Tandiesak Parinding, menurutnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seharusnya tidak lagi di bebani biaya transportasi, sesuai aturan pada pedoman pelaksanaan penyaluran bantuan sosial Rasta oleh pemerintah pusat.

‘’ Mekanisme penyaluran Rastra itu sangat jelas, dalam juknis yang telah di keluarkan oleh Kemensos. Bulog bertanggung jawab mendistribusikan sampai pada Titik Distribusi (TD), aturan itu di jelaskan dalam Juknis Bansos Rastra Bab III huruf C poin 3 ‘’KPM menerima Bansos Rastra dari Pelaksana Distribusi di Titik Distribusi tanpa dikenakan biaya apapun.” Terang Parinding.

Dikatankannya lagi, pendistribusian Rastra dari titik distribusi ke titik bagi (TB) adalah wewenang atau tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Bab III huruf C. Dijelaskan Penyaluran Bansos Rastra dari TD ke TB sampai ke KPM menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

” semestinya Pemda Luwu harusnya berlaku adil dong, kepada semua masyarakat penerima Rastra, kok di kecamatan lainnya di kabupaten Luwu ini, semua gratis tanpa dikenakan biaya distribusi lagi, sementara kami di kecematan Bastem dan Bastura masyarakat yang harus masing -masig membayar saat mengambil rastra di TD, ada apa? Kenapa ada kecematan yang di beda-bedakan tentang pembagian Rastra ini.” Sesal Aktivis Asal Bastem ini.

Melihat kondisi tersebut, Parinding merasa sangat miris dan Kasihan melihat masyarakat Bastem penerima Rastra itu, di ibaratkan di anak tirikan oleh Pemda Luwu.

” Sekiranya pemerintah berlaku adil dan tidak mebeda – bedakan masyrakatnya, jangan ada kecamatan yang gratis pembagian Rastranya dan ada yang tidak, saya merasa Pemda Luwu dalam hal ini tidak adil kepada rakyatnya, anehnya lagi, kok jatah Rastra khusus untuk masyarakat Kecamatan Bastem dan Kecematan Bastura, itu hanya sampai di rumah Kepala Desa di kota Palopo. Ada apa..” Tegas Parinding

Penulis : Awi