Pengelolah Kete Kesu Siapkan Lahan Parkir, Pemkab Torut di Tuding Tarik Retribusi

KABAR CELEBES

KATASATU.COM | RANTEPAO, TORAJA UTARA – Saat musim liburan tiba obyek wisata Ke’te Kesu salah satunya yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara hingga mancanegara , sehinggah jalan disekitarnya menjadi pemandangan yang sangat tidak sedap dimata, diakibatkan kemacetan panjang terjadi .

Layuk Sarungallo, Ketua Yayasan Sekaligus Pengelolah Obyek Wisata Kete Kesu, Rantepao Kab. Toraja Utara Sulsel. (Foto, Abe / Jumat, 05/01/2018)

Macet kerap terjadi lantaran lahan parkir kendaraan pengunjung di obyek wisata itu sangatminim sehinggah para wisatawan sebagaian besar memarki kendaraannya di pinggir jalan, sehingga kemacetan tak dapat dihindari.

Ketua Yayasan sebagai pengelolah obyek wisata Ke’te Kesu’ Layuk Sarungallo, kepada Katasatu.com mengatakan. ” Pihak pengelola sudah menyiapkan lahan parkiran, namun terbatas, semntara pihak dari pemerintah kabupaten belum membangun.” Kata Layuk Sarungallo.

Layuk menambahkan jika pihaknya sudah menyiapkan lahan parkir, akan tetapi pihak pemerintah Kabupaten Toraja Utara dituding melakukan penarikan retribusi.

“Kami coba membuat parikran tetapi yang celaka pemerintah yang tarik retribusi disitu untuk biaya parkir,bukan pengelola yang melakukan prnarikan retribusi, padahal kita yanh siapkan lahan , dan, saat ini kita sudah pasang paiping tetapi pemerintah yang ambil biaya parkirnya ,inilah yang membuat kami jera.” Tutur Layuk.

Lebih jauh dikatakan oleh Layuk, untuk hal pelebaran jalan tidak ada masalah, dimana sawah bisa diambil untuk dijadikan jalan demi kemaslahatan orang banyak, demikian pula jalan lingkar, telah di rintis oleh pihaknya, yang jalur tersebut menghungkan Kota Rantepao, hanya saja, hingga saat ini, belum juga ada perbaikan dari pemerintah Toraja Utara.

” Untuk pelebaran jalan, sawah dapat diambil demi kemaslahatan orang banyak, dan kami juga sudah melakukan perintisan jalan lingkar, yang dapat menghubungkan Kota Rantepao, tapi sayangnya hingga saat ini pemerintah seakan tutup mata, karena belum juga ada tanda-tanda untuk dilakukan perbaikan.” Terang Layuk.

Terjadi kemacetan hingga berjam-jam, saat menjelang Tahun baru dan Lovely Desember 2017 itu. Layuk menjelaskan, penyebab terjadinya kemacetan itu bukanlah dari pihaknya, karena menurutnya, telah menyediakan lahan, yakni sawah guna pelebaran jalan.

“Macet berjam-jam kemarin bukan kesalahan kami sebagai pengelolah, sebab kami sudah sediakan sawah untuk diambil kiri dan kanan dua meter sampai dua stengah meter untuk dijadikan jalan kiri atau kanan ,selanjutnya kami tungguh action dari pemerintah ,agar lokasi ini saat musim liburan nanti, tidak lagi macet lagi.” Tutup Layuk.

Penulis : Abe