Polemik Pembagian Los Pasar Bone-Bone, Andi Sukma; Terindikasi Libatkan Pejabat dan Anggota DPRD

LUWU UTARA

KATASATU.COM | LUWU UTARA – Pembagian los pedagang di Pasar Sentral baru Bone-Bone Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara tentunya akan terus menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat khususnya para pedagang. Pasalnya pembagian los tersebut ditemukan tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Andi Sukma, S.Sos saat ditemui sejumlah awak media diruang kerjanya pada Rabu (16/5/2018) siang.

“Pembagian los pedagang di pasar baru itu, tidak sesuai dengan juknis serta menyalahi surat keputusan bupati yang hingga saat ini belum ada perubahan, kasihan pedagang yang sudah puluhan tahun berdagang dan terdaftar dalam SK tersebut justru tidak mendapat relokasi, bagaimana itu bisa terjadi”, cetus Andi Sukma.

Lanjut dia katakan bahwa Pembagian los pedagang di pasar itu seharusnya sesuai dengan petunjuk tekhnis serta mengacu kepada SK Bupati yang sudah ada dan bukan yang lain.

Bahkan Wakil Ketua DPRD Luwu Utara dari Fraksi Partai Hanura ini katakan, bahwa sangat ia sayangkan jika pembagian los tersebut ditengarai dan terindikasi adanya keterlibatan oknum pejabat serta anggota DPRD yang minta jatah relokasi di pasar tersebut.

“Karena saya banyak input dari pedagang maupun warga, bahwa terindikasi ada keterlibatan oknum pejabat serta anggota dewan, yang meminta jatah relokasi di pasar tersebut. Jika informasi ini betul maka sangat saya sayangkan, ironis sekali”, tambahnya.

Masih menurutnya, bahwa untuk menelusuri kebenaran informasi itu, ia akan memanggil semua unsur terkait untuk menggelar rapat dengar pendapat di DPRD terkait masalah pembagian los tersebut.

“Sesuai dengan tata tertib DPRD, kami akan panggil semua pihak terkait mengenai hal itu untuk lakukan rapat, ini akan dilakukan sebelum kami membentuk pansus”, tutup Opu sapaan akrab dari Andi Sukma

Untuk diketahui, Berdasarkan SK Bupati Luwu Utara No.188.4.45/318/VI/2015, Daftar Nama Penerima Los di pasar Bone-bone total sebanyak 235 orang yang terdiri dari penerima kios pasar Tradisional Bone-bone sebanyak 60 orang, penerima los kering sebanyak 126 orang, penerima los basah (Penjual Ikan) sebanyak 41 orang dan los basah (Penjual Daging) sebanyak 8 orang.

Surat Keputusan yang ditanda tangani H. Arifin Junaidi yang selaku mantan Bupati Luwu Utara pada saat itu, hingga kini belum ada perubahan. Dan ironisnya, daftar nama-nama pedagang yang ada dalam SK tersebut justru banyak yang dihilangkan.(*)