Katasatu.com

Sumber Inspirasi Rakyat

Polres Palopo Ungkap Jaringan Seks Komersial Anak Dibawah Umur , Baca Kronologinya…

5 min read
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP, Ardy Yusuf, saat memeberikan keterangan pers, kepada sejumlah awak media di Makopolres Palopo, Jumat 05/012/2018, Foto : Yana/Awi

KATASATU.COM | PALOPO – Kepolisian Resort (Polres) Palopo di bawah kepemimpinan Akbp. Taswin, SIK, MH. Berhasil membongkar jaringan seks komersial yang melibatkan anak di bawah umur, hal itu di uraikan kemarin, Jumat (5/1/2018) saat gelar Konferensi Pers di Makopolres Palopo.

Dua terduga pelaku dalam kasus ini, masing -masing berinisial RS (20) dan SN (16) yang telah di tetapkan sebagai tersangka, oleh penyidik Satreskrim Polres Palopo dibawah komando Akp. Ardy Yusuf, sementara korban diketahui berinisial FB (15) warga Jln Andi Bintang (Lorong Po’pongan), Kelurahan Mawa, Kecamatan Sendana, Kota Palopo.

Berikut Kronologi Singkatnya..

Sebelumnya korban, FB (15) dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Wara Selatan (Warsel) dan pihak Kepolisian menemukan korban di rumah temannya, dari pengakuan FB(15) pada tanggal 24/12/2017 berapa hari lalu, pergi bersama teman prianya, AR (18) dan menginap selama kurang lebih tiga hari lamanya.

Saat berada dirumah AR (18) di Jln Carede, Lorong Cimpu Kota Palopo, selama tiga hari lamanya, korban mengatakan jika dirinya disetubuhi beberapa kali.

” Waktu saya dibawa kerumahnya AR bermalam selama 3 hari saya disetubuhi beberapa kali.” Ucap Korban kepada Polisi.

Setelah merasa puas menyetubuhi korban, AR meminta kepada temannya RS (20) tersangka pertama, untuk membawanya pergi, dengan alasan AR sudah tidak mampu untuk mengurus korban.

Mendengar percakapan AR bersama RS, korban mersa tersinggung, dan akhirnya ikut bersama RS, pada tanggal 27/12/2107, sekitar pukul 19:00 wita, ke tempat tinggal teman RS, yang sama sekali korban tidak mengenalnya, di Perumahan Banawa Kota Palopo untuk beristirahat beberapa jam lamanya.

Pada hari yang sama, Sabtu malam, 27/12/2017, RS mengajak korban untuk nongkrong bersama teman – temannya di Lapangan Pancasila, hingga menjelang pagi, dan selanjutnya, di hari Minggu pagi 28/12/2017, korban diajak lagi ke tempat teman RS untuk beristirahat, dan malam harinya, RS mengajak lagi korban nongkrong di sebuah minimarket di Binturu hingga pagi, Senin 29/12/2017.

Hari Senin itu 29/12/2017, korban dan saudari RS kembali beristirahat di kos RR teman dari RS di BTN Nyiur Kota Palopo, di tempat itulah RS bercerita kepada korban dan mengajaknya untuk mengerjakan akan pekerjaan yang telah digelutinya.

” Dulu saya punya pekerjaan, tapi sekarang sudah tidak lagi, karena pacar saya melarang dan marah, nah sekarang kamu yang gantikan saya untuk bekerja. ” Ucap RS kepada korban.

Mendangar penjelasan dengan penuh meyakinkan, korban bertanya kepada si tersangka, akan pekerjaan apa yang di maksud olenya.

“ Kerja itu, Kerja Tamara, Temani Tamara Tidur.“ Bujuk si Tersangka.

Karena korban yang belum cukup berpengalaman akan hal tersebut, sehingga menolak ajakan RS.

” Saya tidak mau, pekerjaan seperti itu tidak pernah saya lakukan.” Kata Korban menolak.

Spontan RS kembali membujuk dan mendesak si korban agar mau menurut dan melakukan pekerjaan yang pernah digelutinya, yakni temani Tamara Tidur, untuk mendapatkan banyak uang dan menyewa kamar kos sendiri.

” Kamu harus kerja itu, agar kita bisa kumpul uang, begitu uangnya sudah banyak, kita bisa sewa kamar kos, dan tidak lagi jadi gelandangan.” kata si Tersangka.

Korban pun menyetujui bujukan dan menurut apa kata si tersangka, untuk melakukan pekerjaan itu, dan mengatur strategi untuk misi awalnya, keesokan harinya Selasa, 30/12/2017, RS berangkat ke Wisma bersama si korban.

” Ayo kita Wisma SxxxxxA, bjasa banyak Tamara disana.” Ajak si Tersangka RS.

Setibanya di Wisma, korban menunggu di sepeda motor, dan RS masuk kedalam dan mengobrol bersama seorang lelaki, tak lama kemudian, RS memanggil korban mendekat, lalu diperkenalkan dengan seorang lelaki.

“ Ini dia orangnya Om, bagaimana,, apa Om suka.” Tanya RS kepada si lelaki penghuni wisma tersebut, sambil menunjuk kearah korban.

Berapa menit kemudian, terjadilah tawar menawar, dimana tarif awalnya, RS menawarkan Rp. 500.000 ( lima ratus ribu rupiah ) untuk satu jam, namun si lelaki menawarnya hingga disepakati Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah),

Usai terjadi kesepakatan, RS pun mengarahkan korban untuk mengikuti si lelaki masuk kedalam kamar, usai melakukannya berapa menit lamanya, si lelaki pun membayar korban sesuai jumlah yang sudah di setujui.

Selanjutnya korban bersama RS kembali ke kost temannya, dimana ditempat itu RS meminta uang upah korban dari si lelaki hidung belang tadi.

” Mana uangnya, Sini saya simpan ke teman, untuk kita simpan sampai cukup, biar kita bisa buka kamar kos.” Kata RS kepada Korban.

Korban yang masih di bawah umur itu pun hanya bisa menurut dan meyerahkan semua uang tersebut kepada RS.

Diketahui jika selama bersama RS, korban telah menemani empat orang lelaki hidung belang , yakni tiga kali di Wisma SxxxxxA di jalan Benteng Raya Binturu Kota Palopo dan satu kali di Wisma PxxxxxI.

Selanjutnya, 31/12/2017, korban dan RS berangkat ke rumah temannya, di tempat itu, RS bertemu dengan SN, dan RS memberitahukan kepada SN jika si korban adalah ” Anak Ayam ” (istilah wanita pekerja seks).

Mendengar penjelasan dari RS, spontan SN, mengajak korban pergi ke dengan menggunakan sepeda motor menuju ke sebuah Wisma yang ada di Kota Palopo.

” Ayo kita pergi ke Wisma PxxxxI disana banyak Tamara (Pria hidung bela).” Ajak SN

Seperti biasa, korban menunggu di sepeda motor, sementara SN, masuk ke wisma untuk loby harga bersama seorang lelaki, berapa menit kemudian lama, korban mendekat, kemudian SN memperkenalkannya kepada si lelaki Tamara.

“ MAU JAKI TAWWA OM ( Gimana, mau ngak Om).“ Kata SN kepada si lelaki Tamara.

Pada transaksi itu, SN memasang tarif untuk satu jam, korban harus menerima uang senilai Rp.300.000 ( tiga ratus ribu rupiah.) dimana hasil itu dibagi dengan rincian, Rp. 50.000 ( lima puluh ribu rupiah ) untuk bayar sewa kamar wisma, dan Rp.50.000 ( lima puluh ribu rupiah ) untuk RS juga SN.

Dari kronologis diatas, orang tua korban melaporkan dua kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian, Polres Palopo, dengan nomor, LPB/ 03 / I / 2018 / SPKT, 03 Januari 2018 Perihal dugaan Tindak pidana eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 88 Jo. Pasal 76 I Undang –undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subs. Pasal 296 KUH Pidana Subs pasal 506 Kuh Pidana.

Atas nama tersangka, RS (20) warga Batusitanduk Desa Saragi Kec. Walenrang Kab. Luwu, dan SN (16) warga Jl Benteng Raya III Kel. Benteng Kec. Wara timur Kota palopo.

Selanjutnya LPB/ 04 / I / 2018 / SPKT, 03 Januari 2018, tersangka AR (18) warga Jl Cakalang Lorong Cimpu Kota Palopo, yang saat ini Buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

” Untuk AR (18) saat ini kita masih melakukan pengejaran dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang, DPO.” Tutup Akp. Ardy Yusuf, Kasat Reskrim Polres Palopo.

Penulis : Yana / Editor : Awi