Protes Kebijakan Disdik, Mahasiswa dan Orang Tua Datangi, DPRD dan Kantor Walikota Palopo

oleh

KATASATU.COM | PALOPO – Polemik akan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara Online masih berlajut, puluhan mahasiswa PMII Cab. Palopo bersama-sama Masyarakat datangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) yang dilanjutkan kekantor Walikota dan berakhir dikantor DPRD Palopo, Senin (23/7/18).

Aksi menuntut kejelasan nasib bagi murid disejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Palopo, tidak hnya diikut oleh mahasiswa dan masyarakat saja, namun juga melibatkan peserta didik yang diduga menjadi korban PPDB Online, dimana mereka dikeluarkan setelah  tiga hari mengikuti proses pembelajaran.

Satu dari puluhan orangtua murid yang diduga anaknya telah dikeluarkan, Anita mengatakan tidak menerima keputusan itu dan tetap komitmen untuk menyekolahkan anaknya di SDN. 12 Langkanae, yang menurutnya kinerja dari jajaran Dinas Pendidikan Kota Palopo patut dipertanyakan.

” Anak saya dikeluarkan padahal telah belajar 3 hari, sya ingin dia tetap sekolah ditempat sebelumnya. Kinerja Dinas Pendidikan dalam hal ini nol besar,” Tegas Anita.

Sementara itu Jendral Lapangan Arifin Zainuddin Laila mengatakan dihari anak nasional, ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah. Anak anak mestinya bersekolah, namun realita yang terjadi mereka turun berpanas panasan memperjuangkan hak mereka.

” Kita akan kawal terus sampai tuntutan mereka terealisasi, pendidikan adalah ruang yang diharapkan mencerdaskan bangsa, ” Jelas Arifin.

Anggota DPRD Palopo Fraksi PAN, Bakri Tahir mengatakan, prihatin dengan kondisi yang dialami para generasi penerus bangsa yang tidak menutup kemungkinan akan menjadi seorang pemimpin.

” Kita akan mencari solusi bagi mereka  agar tetap dapat sekolah ditempat yang diinginkan,” Ujar Bakri Tahir.

Penulis : Als / Editor : Wan