Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPT  Pilpres dan Pileg 2018 Oleh KPU Palopo

oleh

KATASATU.COM | PALOPO – Rapat  pleno terbuka (Daftar Pemilih Tetap) DPT untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) serta Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di ruangan Media Center KPU Kota Palopo. Minggu 19 Agustus 2018

Rapat pleno terbuka oleh KPU Kota Palopo berjalan dengan suhu panas, dimana terjadi selisih paham antara Anggota PPK dan Perwakilan Partai Politik (Parpol) terkait soal data pemilih, Minggu (19/8/2018).

Diujung perdebatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) juga ikut terkena imbas, kritikan akibat kealpaannya, dimana peserta rapat meminta panitia untuk segera menghadirkannya

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pihak Panwaslu Kota Palopo, Dukcapil turut diundang unrhadir dalam rapat pleno tersebut.

Irwan salah satu perwakilan dari Partai Golkar, menyoroti data yang dibacakan oleh petugas PPK Kecamatan Wara Kota Palopo

Menurut Irwan, dari pencermatannya, disinyalir akan adanya pemilih yang usianya tertulis 652 tahun, dan bukan hanya itu, Irwan juga mengakui menemukan adanya kesalahan nama dan dugaan pemilih ganda.

Hadir dalam rapat Iswandi Ismail, petugas PPK dari Kecamatan Wara, menjelaskan, jika rapat pleno bukanlah tempat untuk menjagokan siapa, namun menjadi wadah untuk mempertemukan data agar terakumulasi dengan baik.

” Kami juga minta kepada teman-teman dari Parpol, Dalam rapat pleno PPS dan PPK agar sekiranya hadir, jangan jadikan ketidak hadiran kalian menjadi senjata untuk menjatuhkan kami di tingkat pleno atas,” Terang Iswandi.

Beruntung suhu yang sudah memanas dalam ruangan rapat pleno terbuka itu, segera ditengahi dan diatasi oleh Komisioner KPU Provinsi Sulsel yang saat ini menjabat Plt Komisioner KPU Palopo.

Rapat Pleno terbuka untuk DPT, dipimpin oleh Plt Komisioner KPU Kota Palopo, Misna M Attas, Upi, Uslimin, Syarifuddin Jurdi dan Asram Jaya, yang juga turut dihadiri oleh anggota Panwaslu Kota Palopo, Asbudi Dwi Saputra dan Sitti Aisyah, Panwascam, PPK, dan LO masing-masing parpol.

Dengan adanya kesalahpahaman dalam ruangan rapat pleno terbuka di Kantor KPU Kota Palopo itu, akhirnya diskorsing sembari menunggu kehadiran Kepala Dinas atau pihak Dukcapil Kota Palopo.

Penulis : Fatma