Sebidang Tanah Terjual, Mantan Kades Lauwo Lutim di Sebut Tahu Kronologisnya

LUWU TIMUR

KATASATU.COM | LUTIM – Sebidang tanah yang berlokasi di Dusun Tappareng, Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, saat ini tengah dipermasalahkan oleh salah satu ahli warisnya.
Tahrim Langaji S.Ag, Mantan Kepala Desa (Kades) Lauwo kec. Burau kab. Luwu Timur, yang baru saja telah melakukan sertijab, dikabarkan ikut menandatangani dokumen transaksi jual beli tanah tersebut.

Transaksi jual beli tanah yang diduga dilakukan oleh Ahmad Sulaeman, anak dari Baharuddin, pada tanggal 17 / 10 /2017 dengan harga sebesar 15 juta rupiah.

Mendengar hal tersebut, Zainuddin saudara kandung dari Baharuddin ayah Ahmad Sulaeman itu, merasa keberatan. Zainuddin mengklaim jika tanah yang dijual oleh Ahmad Sulaeman adalah miliknya, warisan dari orang tuanya.
Menurut Zainuddin, mantan Kades Lauwo, Tahmrin Langaji, mengetahui persis kronologis proses penandatangan serta surat jual beli obyek tanah itu.

” Tahrim Langaji mengetahui jika tanah itu bukan milik Ahmad Sulaiman, karna mantan Kades itu, masih saudara dekat saya, dan tanah yang dijual oleh Ahmad Sulaiman itu adalah tanah warisan orang tua saya, almarhum Baddaro” Ujar Zainuddin.

Baharuddin saudara dari Zainuddin, ayah dari Ahmad Sulaeman, juga menegaskan jika objek tanah tersebut adalah memang hak milik Zainuddin, dimana itu juga ditegaskan oleh Haenong sepupu dari zainuddin.

Sementara itu, Mantan Kades Lauwo Kabupaten Luwu Timur, Thamrin Langaji S.Ag, saat di konfirmasi, Sabtu 5 Mei 2018 pagi tadi, mengakui jika Ahmad Sulaeman saat akan melakukan transaksi jual beli tanah yang berada di desanya, sempat mendatangi kantornya kala itu.

‘’ Benar sekali, saat akan melakukan transaksi jual beli tanah, Ahmad Sulaeman datang ke Kantor saat itu, dan saya arahkan agar sekiranya kembali turun ke lokasi bersama aparat desa, juga pak dusun melakukan pengukuran. Selanjutnya membuat surat jual beli untuk ditanda tangani pejual dan pembeli.’’ Ucap Mantan Kades Lauwo Lutim.

Ditambahkannya lagi, bahwa Baharuddin ayah dari Ahmad Sulaiman juga pernah datang ke Kantor Desa Lauwo, dan menyesalkan apa yang telah di lakukan anaknya, yakni Ahmad Sulaiman.

‘’ Kalau status tanah yang dijual saya cukup tahu, bahkan mereka yang sedang bermasalah masih ada hubungan keluarga, karenanya itu, saat mengetahui anaknya telah menjual tanah lagi, Baharuddin datang ke kantor dan sangat menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh anaknya itu.’’ Kata Tahamrin Langaji.

Thamrin Langaji juga mengatakan jika permasalahan tanah tersebut, telah dilaporkan ke penegak hukum, dalam hal ini pihak kepolisian. Olehnya itu mantan kades Lauwo menyarakan untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.

‘’ Permaslahan internal ini sebaiknya, semua pihak dihadirkan untuk masing-masing dimintai keterangannya, kalaupun sampai kemeja hijau, menang jadi arang kalah jadi abu.’’ Tutup Thamrin.

Penulis : Awi