Ming. Jun 16th, 2019

Katasatu.com

Sumber Inspirasi Rakyat

Sipir Temukan Obat Daftar G Dibawa Oleh Pembesuk, Kalapas II A Palopo Jelaskan Kronologisnya

2 min read

Gambar : Kalapas kelas II A Kota Palopo Indra Sofyan, Via WhatshApp, sekira pukul 18.30 Wita, Selasa, 08/01/2019

PALOPO. KATASATU.com – Petugas Sipir Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) kelas II A Kota Palopo berhasil menggagalkan obat daftar G jenis Tramadol masuk kedalam Rumah Tahanan tersebut yang berada di Kelurahan To Bulung Kecamatan Bara Kota Palopo, Sulsel.

Saat di konfirmasi secara detail, Kepala Lapas Kelas II A Kota Palopo, Indra Sofyan, petang tadi via handphone celular sekira pukul 18.30 Wita, Selasa, 08/01/2019 menjelaskan Kronologis penemuan obat yang di duga daftar G, ada pemuda yang akan membesuk rekannya, namun saat barang bawaannya di masukkan ke XRY, muncul pada layar monitor ada sesuatu benda berada dalam bungkus mi instan.

” Ada 10 bungkus mi instan, dimana satu bungkus mi instan itu terdapat sepuluh sachet obat yang di duga adalah daftar G, setiap sachet terdapat 12 butir yang dilapisi dengan karbon, karena anggota kami curiga, maka dilapirkanlah kepada saya, yang kemudian saya melaporkannya kepada pihak Satres Narkoba Polres Palopo,” ucap Indra Sofyan Kepala Lapas kelas II A Kota Palopo, dari balik hand phonenya. Selasa, 08/01/2019.

Setelah di laporkan kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Palopo, tak lama kemudian datang tiga orang petugas dari Satres Narkoba melakukan pemeriksaan, yang setelah di lakukan serangkaian introgasi, kemudian pemuda tersebut dibawa ke Mapolres Kota Palopo untuk dilakukan pengembangan.

Indra Sofyan juga mengatakan jika pemuda itu tak sendiri, ada dua orang rekan lainnya, namun karena melihat ada pemeriksaan dua orang tersebut, satu perempuan dan satunya lagi pria kabur melarikan diri.

” Si pemuda ini, mencoba menghubungi rekannya yang perempuan, tapi karena melihat ada petugas maka, teman perempuannya itu, enggan dan takut untuk menjemput si pemuda tersubut ini,” terang Kalapas Kelas II A Kota Palopo.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi oleh pihak Kepolisian setempat, terkait hasil pengembangan tersebut. (Anto)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.