Rab. Jun 19th, 2019

Katasatu.com

Sumber Inspirasi Rakyat

Ukir Prestasi Skala Nasional, Bajo Kecamatan Pertama Terapkan Sanitasi Berbasis Masyarakat

2 min read

BAJO, LUWU. KATASATU.com – Pola hidup sehat mulai nampak dijalankan oleh masyarakat, di Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Hal itu menobatkannya sebagai salah satu kecamatan, dengan desa universal akses sanitasi terbaik secara nasional.

Hal tersebut terungkap saat digelarnya Deklarasi Desa Open Defecation Free (ODF), dengan kata lain Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Lapangan Bajo,  Selasa pagi (11/12/18).

Sejauh ini, dari 1.363 desa di Sulsel,  Kecamatan Bajo di Kabuoaten Luwu, membuktikan diri, mampu menyelenggarakan program lima pilar sanitasi menyeluruh di tiga desa secara serentak.

Mewakili Kepala Dinkes Luwu,  dr Suharkimin,bKepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu,  Abdul Kadir dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan ODF ini, merupakan deklarasi tingkat kabupaten, yang bertujuan mencapai universal akses sanitasi 100% pada 2019 se Kabupaten Luwu, sesuai amanah Permenkes dan Perbup, Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

“Program ini terselenggara berkat sinergitas sejumlah pihak,  baik dalam bentuk swadaya masyarakat, dana desa,  Pemda, dan TNI. Alhamdulillah,  capainnya sejak dicanangkan pemerintah pusat tahun 2014, Kabupaten Luwu telah menerapkannya di 62 desa hingga 2018 ini. Dan ada tiga desa yang telah menerapkan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STMB), yakni Desa Buntu Babang dan Sumabu di Kecamatan Bajo, serta Desa Padang Kamburi di Kecamatan Bupon,” tutur Abdul Kadir.

Demikian halnya Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Sulsel,  Kasri, dalam penyampaiannya, juga mengucapkan terimah kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian tersebut.

“Terima kasih kepada segenap unsur yang melakukan terobosan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Termasuk dalam memberikan motivasi buang kotoran hanya di jamban.” Katanya.

” Ini sepele,  namun kalau seluruh warga sepakat untuk tidak buang kotoran sembarang tempat, maka hal itu luar biasa. Di indonesia ini baru satu provinsi, yakni Sulsel dan hanya di Kota Parepare yang sudah menerapkan BABS.” Sambungnya

” Namun, hari ini, Luwu telah mengukir prestasi yang sangat membanggakan setingkat nasional, karena telah menjadikan tiga desanya, sebagai desa dengan pola hidup sanitasi total berbasis masyarakat (STNB) ,” Terang Kasri disambut aplaus meriah oleh masyarakat.

Menurutnya, kontribusi deklarasi ini sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.  Maka sangat diharapkan didukung semua oleh unsur dan diikuti desa lainnya serta berkelanjutan.

“Atas capai ini, Sulsel masuk 3 besar terbaik di Indonesia. Ini berkat kontribusi program ODF dan STNB masyarakat dan Pemda Luwu. Salah satu yang juga berperan aktif dan patut kita apresiasi adalah jajaran TNI. Khususnya di dalam memaksimalkan berjalannya program sanitasi,” imbuhnya.

Kasri juga menyebutkan, sudah sepatutnya Pemprov Sulsel, melalui Dinkes Sulsel, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Kabupateb Luwu,  terkhusus Kecamatan Bajo dalam menjalankan program ODF dan STNB.

” Tetap pertahankan program ODF, STNB dan juga pila-pilar lainnya. Pasalnya, Luwu inilah yang pertama di Sulsel, yang desanya memenuhi lima pilar sistem sanitasi atau STNB,” harapnya

” Tahun depan, 2019 kita semua masyarakat tidak boleh lagi BABS sembarang tempat. Pertahankan perilaku hidup sehat ini,” pungkasnya.

Penulis / Editor : Fatma

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.