Video : Aksi Damai Dengan Tanda Darah Untuk Hukum Peradilan Di Indonesia Yang Telah Mati

oleh

KATASATU.COM | TANA TORAJA. Ribuan siswa dan alumni SMAN 2 Rantepao bersama siswa dari beberapa sekolah lain serta masyarakat Toraja yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Toraja menggelar unjuk rasa dalam bentuk aksi damai di kantor Pengadilan Negeri Makale, Tana Toraja, Senin (8/10/2018).

Aksi ini merupakan gerakan moral untuk menuntut dan mempertanyakan putusan pengadilan negeri Makale yang dinilai tidak adil dalam memutuskan perkara tanah sengketa.

Putusan pengadilan yang dinilai tak adil tersebut terkait status lokasi lapangan gembira dimana menurut putusan pengadilan adalah milik H. Ali yang dalam persidangan penggugat (keturunan H. Ali) hanya menunjukkan alat bukti berupa fotocopy tanpa asli dan saksi penggugat bukan saksi langsung melihat adanya jual beli tanah yang dimaksud penggugat.

Dalam aksi Aliansi Masyarakat Toraja tersebut, mereka juga melakukan orasi di depan kantor pengadilan negeri Makale dan membentangkan kain putih yang dibubuhi darah dari jari para pengunjuk rasa sebagai tanda jika telah matinya hukum peradilan di Indonesia.

Penulis : Wdn / Editor : Rdk