Yatim Piatu, Tak Punya Rumah di Palopo Amsal Tidur di Pinggir Jalan

PALOPO

KATASATU.COM | PALOPO – Kota Palopo saat ini terus berkembang, itu terbukti dengan megahnya Gedung Putih Kantor Walikota ditambah taman-tamannya yang indah serta sejumlah penghargaan telah diraihnya, namun sayangnya masih ada yatim piatu tidur di pinggir jalan. Selasa (12/6/2018)

Ketua Komunitas Peduli Sungai (KPS) Wija To Luwu dr Andi Fadly, yang juga merupakan ketua PSC 119 Kota Palopo mengatakan, saat melakukan patroli keliling kota sekira pukul 2.30 wita Selasa dini hari, di Jln Samiun, melihat ada orang yang tidur di tepi jalan tepat depan Kantor Walikota lama (Eks RSUD Sawerigading).

Ingin mengetahui keadaannya, dr Andi Fadly menghampiri dan bertanya berniat memberikan pertolongan medis, ternyata orang tersebut tidak sakit, akan tetapi tak memiliki rumah.

” Saya kira orang ini sakit tidak ada yang lihat, saya hampiri dan bertanya, ternyata bapak ini mengaku katanya yatim piatu, sudah tidak punya kerabat keluarga, juga tidak punya rumah di Palopo, sedihnya lagi, karena kebiasaan itu sudah bertahun-tahun, tidur dipinggir jalan.” Tutur dr. Andi Fadly.

Melihat cuaca akan turun hujan Andi Fadly mengarahkannya untuk mencari tempat lain, agar tidak terkena hujan.

” Saya liat hujan akan turun saya arahkan untuk cari tempat lain agar tidak kena air hujan.” Tambah Andi Fadly.

Diketahui, Amsal kelahiran tahun 1964 asal perbatasan Toraja Utara dan Kabupaten Luwu yang berjuang hidup di Palopo sejak beberapa tahun silam, untuk bertahan hidup sehari-harinya jadi tukang becak.

” Saya sudah bertahun-tahun di Palopo, saya ini yatim piatu, tidak punya keluarga lagi, orang yang pernah saya ikuti tinggal di kontrakan sudah meningal, sekarang saya begini tidur dimana saja karena tidak bisa bayar kontrakan dengan hasil becak.” Kata Amsal.

Dengan usia yang sudah lanjut, tak punya sanak keluarga, Amsal berserah diri kepada yang maha kuasa akan kelanjutan hidupnya.

Penulis : Tma / Editor : Wan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.